Mereka
bilang pacaran adalah suatu jalan menuju sebuah kebahagiaan, kebahagiaan untuk
masa depannya. Semua orang pasti ingin pacaran, tapi mereka yang taat dan takut
kepada tuhan-Nya lah yang tidak mengambil jalan yang diambil oleh orang – orang
yang mereka nilai salah.
Menurut
mereka yang tidak pacaran, pacaran hanya menjadikan diri mereka dewasa dalam
drama, bukan dewasa dalam sikap dan fikiran, pacaran hanya membuat kesuksesan
dunia dan akhirat mereka menjadi di pertanyakan, pacaran hanya ajang mencari
kebahagiaan sesaat yang tidak di Ridhai oleh-Nya, jalan menuju kesengsaraan selanjutnya.
7 tahun
pacaran, bercerai 7 bulan setelah menikah. mana yang katanya setia?, setelah di
buka, engkau tinggalkan dia dengan duka. Mungkin karena engkau telah berlatih
berkencan dengan banyak wanita, sehingga setelah menikah engkau lebih mudah
mencari wanita lain. Engkau telah berlatih menggombal ratusan wanita, sehingga selingkuh
bukanlah hal yang mustahil di lakukan, “skill selingkuh ku sudah level 100”
begitu ujarnya.
Semua orang
ingin bahagia tapi tak ada satu pun bahagia yang diperoleh dari mendekati zina.
Zina haram hukumnya, dan bahagia menjadi haram hukumnya bagi seseorang yang
ingin memperoleh kebahagiaan dengan cara berzina. mustahil bahagia dengan mendekati
zina.
“Dan
janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan
yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32).
Pada zaman nabi belum
ada istilah pacaran, yang ada ialah mendekati zina. Jadi mendekati zina itu
merupakan jalan syetan.
Kita
seharusnya malu kepada Allah dan rasulnya, pernah dengar cerita nabi Yusuf a.s
?,nabi yang memiliki ketampanan seperempat bumi, jauh sekali dengan orang biasa
seperti kita , sangat jauh. Tapi ketika nabi yusuf a. s diajak berzina dengan seorang
wanita yang sangat cantik dan juga banyak hartanya. Nabi yusuf a. s menolak. Bayangkan saja, seorang pria yang sangat
tampan menolak seorang wanita yang sangat cantik. Pikir kita mereka sangat
cocok dan pantas untuk melakukannya. Nabi yusuf a. s. sangat takut kepada Allah, sehingga
dia mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi berbagai larangan-Nya. Bayangkan
jika kita berada di posisi nabi yusuf a. s, apa yang akan kita pilih?. Jika
kita takut dengan Allah, insyaallah kita akan menolaknya, tapi jika kita berani
dengan Allah, kita akan menerima tawaran tersebut.
Nabi yusuf
yang sangat tampan saja meninggalkan berbagai bentuk zina, sedangakan kita,
Yang biasa-biasa saja dan jauh dari kata sempurna, menghalalkan berbagai bentuk
zina, seolah-olah kita tidak memiliki cahaya hati lagi, cahaya hati kita telah
hilang. Sehingga kita menjadikan berbagai zina halal hukumnya.
Hentikan
berbagai bentuk zina karena Allah, bukan kita tidak laku atau tidak mengikuti
perkembangan zaman, tapi kita memiliki rasa malu dan takut yang besar
terhadap-Nya, kita ingin memperolah kebahagiaan yang sesungguhnya, kebahagiaan
dunia yang membawa kepada kebahagiaan akhirat, kebahagiaan yang kekal dan abadi
bersama kekasih, bukan hanya 7 tahun pacaran lalu diceraikan setelah 7 bulan
menikah.

makasih gan infonya
BalasHapusTerharu bro :')
BalasHapusBuruan nikah wkwkwkwk
BalasHapusmakasih infonya.
BalasHapusOalah, makanya cepat2 nikah, pacaran setelah nikah itu indah..
BalasHapushmmm menyentuh banget ni....
BalasHapusthanks gan pencerahaannya..
*pacar mana pacar....