Mengendalikan diam memang tak semudah berbicara berbagai hal yang sedikit sekali manfaatnya, atau bahkan tidak ada manfaatnya, seperti halnya membicarakan orang lain, menghina orang lain, atau sekedar becanda tapi menimbulkan sakit hati yang berujung berbagai pertikaian. Rasanya sulit sekali bagi kita untuk mengendalikan mulut yang kecil ini.
Bukan kita
tak boleh bicara, kita boleh bicara asalkan pembicaraan tersebut ada manfaatnya,
pembicaraan yang tidak menimbulkan sakit hati, pembicaraan yang bermanfaat bagi
kita dan orang lain.
Mulutmu
adalah harimaumu, hampir semua pertikaian, perkelahian berawal
dari berbagai perkataan yang bikin sakit hati, lebih baik diam dan senyum
saja atau mendengarkan perkataan orang lain dan menjadikannya
sebuah pelajaran, dari pada kita berbicara hal yang membuat hati orang lain
sakit. Lebih baik diam atau bicara baik
Tapi diam
juga bisa menjadi hal yang tidak boleh dilakukan, jika kita diam
melihat sebuah perbuatan keji dan mungkar, yang seharusnya kita menegakkan
kebenaran, tapi kita malah membiarkan kebenaran diinjak-injak begitu saja, diam tak
selamanya baik.
Perlu di
ketahui, salah satu penyebab anak adam masuk kedalam nerakanya Allah adalah
karena perkataannya yang tidak bermanfaat, jadi kita harus mengendalikan nafsu kita dalam berbicara, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan karena mulut yang
tidak di jaga nafsunya ini. Lebih baik diam atau bicara baik.
Jangan
terlalu memikirkan pendapat orang lain, yang berpendapat bahwa kita seperti
orang bodoh karena kita selalu diam dan kita dianggap sebagai kambing yang tuli
dan bisu, biarlah kita dianggap seperti orang bodoh tapi pada kenyataanya
mereka yang bodoh dan besar mulutnya. Lebih baik diam atau bicara baik.
“Diam
adalah emas, sedangkan bicara baik adalah berlian..”

0 komentar:
Posting Komentar