Izinkanlah
aku berjuang sendiri hingga batas maksimal, batas dimana aku tak tau apa yang
aku harus lakukan selanjutnya, batas dimana aku tak tau lagi apa yang harus aku
lakukan dalam kesendirian, batas dimana aku harus mencari seseorang untuk
berjuang bersama, batas dimana cinta menjadi kebutuhan, bukan keinginan.
Perjuangan
ku sendirian memang terasa hambar, tiada lagi pemanis dalam setiap malamku,
tiada lagi penyemangat dalam setiap keterpurukanku, tiada lagi penghancur dari
setiap keraguanku. Tapi itulah perjuangan yang
sesungguhnya. perjuangan yang sebenarnya.
ketikaku bersamanya, aku merasakan sebuah kenyamanan, sebuah kenyamanan yang sebagiannya
adalah ketidakpastian masa depan, ketidakpastian kapan akan akhir dari segala
kenyamanan tersebut. Kenyamanan yang indah tapi merupakan kekosongan.
Ku tak
ingin berjuang berdua bersamanya, karena ku tak ingin dia merasakan pahitnya
sebuah perjuangan, izinkanlah aku berjuang sendiri, karena ku tau berjuang
berdua tidak baik bagiku dan dia untuk saat ini, karena ketika kita berjuang berdua,
ia akan merasakan kepahitan dan sekaligus akupun merasakan ketidak tenangan pada hati ini.

0 komentar:
Posting Komentar