Breaking News
Loading...
Rabu, 13 April 2016

Ketika Bulan Mengejar Matahari

05.39.00



aku mencintai matahari, bagaimana bisa ku mengejarnya? aku ini bulan, ku mendapat tenaga karena cahaya nya, aku hanya pengganggu dalam kehidupannya, aku tidak bisa membalas budinya. tapi mustahil bukanlah kuncinya, aku harus bisa mengejarnya, aku harus menjemputnya, aku harus membalas segala budinya. aku tak ingin menjadi beban dalam hidupnya, aku ingin membantunya di setiap hari harinya, aku ingin menyerahkan seluruh ragaku padanya, aku tak mau menyusahkannya, aku tak mau , aku tak mauu.

aku ini kecil, tak bisa besar, lalu apa yang membuatku menjadi besar?, apa aku harus memancarkan sinarku sendiri?, berusaha melakukannya? walau itu mustahil bagiku?. tapi tidak ada yang mustahil di jagat raya ini, tiada yang mustahil bila aku bersama sang penciptaku, lalu mengapa ku di takdirkan berjarak dengan matahari ?? mengapa ku di beri jarak dengan sang matahari ??. mengapa ku di beri jarak? mengapa oh tuhan??.

lalu tuhan pun berfirman "sungguh aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui''.  (Qs al-baqarah : 30). lalu ku berfikir sejenak, bila ku pikir lebih, maka ku akan mengetahui, apabila ku mendekatinya, maka tubuhku perlahan lahan terbakar oleh panasnya sehingga tidak ada lagi diriku, masa depanku, ancurlah semua yang ku miliki selama ini. hancurlah ku menjadi butiran debu yang tak terlihat oleh bintang-bintang.

jika ku tau ini sejak lama, tidak akan ada rasa cintaku yang mendalam terhadap mu, bila saja ku tau, bahwa kau hanya cobaan yang dikirim tuhan untuk mengujiku, kau hanya pengancur bagi diriku bila ku mendekatimu, aku tidak akan mencintaimu sedalam ini. bersyukurlah aku dengan semua yang telah terjadi, tidak ada sedikitpun penyesalan dalam hati ini, karena ku tau semua ini kehendak sang pencipta yang telah menciptakan aku , kamu dan bintang bintang.
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

2 komentar:

 
Toggle Footer