Ilmu itu dicari, bukan dihindari. Ilmu itu diamalkan,
bukan di tumpukkan. Ilmu tak bisa terlepas dari kehidupan manusia. Jika saja
manusia tak punya ilmu untuk bertahan hidup, ilmu untuk makan dan minum. Pastilah
sudah tidak ada lagi yang namanya manusia didunia ini.
Tiada orang yang terlahir dengan membawa ilmu didunia
ini, dan seorang professor pun, tidak membawa ilmu ketika terlahir didunia, ia sama
halnya seperti kita, ia perlu belajar, ia perlu menghafal, ia perlu mencatat,
ia terlahir sama seperti kita. Yang membedakan kita dengan seorang professor
hanyalah niat dan usaha, mereka berfikir keras dan berusaha keras. Setelah banyak ilmunya terkumpul, mereka
mengamalkan ilmunya, sehingga bertambah juga ilmunya, mereka tidak mencari ilmu
untuk ditumpukkan, tapi untuk diamalkan.
Banyak orang yang berfikir bahwa dirinya sudah sangat
pintar, sehingga malas untuk belajar, sungguh bodoh pikiran mereka yang merasa
bahwa kita adalah orang yang paling pintar sedunia.
“Semakin ku belajar, semakin ku tau bahwa aku tak tau
apa-apa.”
Memang benar ungkapan tersebut, jika kita belajar,
maka kita tau bahwa kita tak tau apa-apa, kita masih sulit untuk mencerna
pelajaran,kita masih sulit mengingat pelajaran, kita masih sulit menghafal
pelajaran,. Sehingga pikiran kita berbisik. “Bodoh
sekali diriku yang tidak dapat mencerna pelajaran yang ku anggap termudah
didunia ini.” Dan kita akan tau bahwa, masih banyak ilmu yang menanti untuk
kita cari dan kita amalkan di luar sana.
Ilmu memang harus dicari. tanpanya, hilanglah tujuan
kita hidup kita di dunia ini, tanpanya, tersesatlah hidup kita yang singkat
ini, tanpanya, suramlah masa depan kita yang tak jelas ini. Ilmu memang harus
dicari lalu diamalkan, karena aku rela mencari
ilmu walau ku harus pergi ke negeri cina.

0 komentar:
Posting Komentar